TUGAS MANDIRI 14
A03_Aura Azzahra
Buat ringkasan (10 poin penting) dari Modul 13
- Tujuan Pembelajaran – Peserta diharapkan bisa memahami perbedaan artikel ilmiah murni vs populer, menentukan ide tulisan yang menarik, menerapkan teknik naratif & deskriptif, menjaga etika penulisan, serta tahu cara menyunting dan publikasi.
- Pengertian Artikel Ilmiah Populer – Jenis tulisan yang menyajikan hasil penelitian atau pemikiran ilmiah dengan bahasa yang mudah dipahami pembaca umum.
- Perbedaan dengan Jurnal Ilmiah – Artikel populer menggunakan bahasa sehari-hari dan struktur fleksibel, berbeda dengan jurnal ilmiah yang kaku dan teknis.
- Peran Artikel Populer – Berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara dunia akademik dan masyarakat luas agar pengetahuan tidak eksklusif.
- Menentukan Ide & Fokus – Penting untuk memilih ide yang punya nilai kebaruan (novelty) serta relevan dengan isu atau kebutuhan sosial pembaca.
- Strategi “So What?” – Setiap fakta atau hasil penelitian harus dijawab dengan pertanyaan “terus kenapa?” untuk menarik perhatian pembaca.
- Teknik Penulisan – Gunakan struktur piramida terbalik, lead yang kuat, analogi, bahasa inklusif, dan hindari jargon berlebihan agar tulisan menarik dan mudah dimengerti.
- Etika Penulisan & Referensi – Meskipun gaya tulisan populer, integritas data, atribusi sumber, dan kejujuran tetap harus dijaga termasuk penggunaan hyperlink atau penyebutan sumber.
- Penyuntingan & Publikasi – Proses penyuntingan mandiri penting untuk memperbaiki kualitas tulisan; pemilihan media publikasi harus sesuai target pembaca.
- Promosi dan Evaluasi Dampak – Setelah publikasi, bagikan tulisan melalui media sosial dan evaluasi respons pembaca (share, komentar) untuk mengetahui dampak informasi yang disampaikan.
Pertanyaan Pemantik (Diskusi Awal/Pemicu Gagasan)
1. Mengapa penyuntingan mekanik yang buruk bisa menyebabkan penolakan jurnal meskipun isinya bagus?
JAWAB : Penyuntingan mekanik yang buruk bisa membuat tulisan terlihat tidak rapi dan kurang profesional, sehingga menyulitkan editor dan reviewer memahami isi meskipun idenya bagus. Hal ini bisa memberi kesan penulis kurang teliti dan tidak mengikuti standar jurnal, sehingga naskah berisiko ditolak.
2. Apa perbedaan mendasar menyunting tulisan sendiri vs orang lain?
JAWAB : Perbedaannya, saat menyunting tulisan sendiri kita sering kurang objektif karena sudah terbiasa dengan isinya, sehingga kesalahan kecil mudah terlewat. Sementara menyunting tulisan orang lain biasanya lebih netral, jadi lebih mudah menemukan kekeliruan dan bagian yang perlu diperbaiki.
3. Sejauh mana AI (seperti ChatGPT) boleh digunakan dalam penyuntingan akademik?
JAWAB : AI boleh digunakan untuk membantu hal teknis seperti memperbaiki tata bahasa, kejelasan kalimat, dan kerapian tulisan. Namun, isi utama, analisis, dan keaslian gagasan tetap harus dibuat dan dipertanggungjawabkan oleh penulis sesuai etika akademik.
4. Mengapa visualisasi data lebih efektif daripada narasi panjang saat presentasi?
JAWAB : Visualisasi data lebih efektif karena informasi bisa dipahami lebih cepat dan jelas dibandingkan membaca penjelasan panjang. Grafik atau gambar juga membantu audiens menangkap pola dan inti pesan tanpa harus berpikir terlalu rumit.
5. Bagaimana mengatasi kegugupan saat tanya jawab di konferensi?
JAWAB : Kegugupan bisa dikurangi dengan persiapan yang matang dan memahami materi sendiri dengan baik. Saat menjawab, tarik napas sejenak, dengarkan pertanyaan dengan tenang, lalu jawab secara singkat dan jujur sesuai yang kita pahami.
6. Apa langkah selanjutnya jika naskah ditolak oleh editor sebelum peer review?
JAWAB : Jika naskah ditolak sebelum peer review, sebaiknya baca alasan penolakan dengan tenang, lalu perbaiki naskah sesuai masukan tersebut. Setelah itu, sesuaikan dengan jurnal lain yang lebih cocok dan kirimkan kembali tanpa berkecil hati.
7. Mengapa etika publikasi sangat krusial di dunia akademik?
JAWAB : Etika publikasi sangat penting karena menjaga kejujuran, kepercayaan, dan kredibilitas karya ilmiah. Tanpa etika, hasil penelitian bisa diragukan dan merugikan penulis maupun dunia akademik secara keseluruhan.
8. Bagaimana menentukan urutan penulis dalam kolaborasi?
JAWAB : Urutan penulis sebaiknya ditentukan sejak awal berdasarkan kontribusi masing-masing, seperti peran dalam ide, pengumpulan data, analisis, dan penulisan. Kesepakatan yang terbuka dan jujur akan mencegah salah paham di kemudian hari.
9. Apa risiko publikasi di jurnal "predatory"?
JAWAB : Publikasi di jurnal predatory berisiko karya kita tidak diakui, merusak reputasi, dan kadang dimanfaatkan untuk keuntungan finansial pihak jurnal tanpa peer review yang benar.
10. Bagaimana menyederhanakan bahasa teknis tanpa merusak esensi ilmiahnya?
JAWAB : Caranya dengan mengganti istilah teknis yang terlalu rumit dengan kata sehari-hari yang mudah dipahami, sambil tetap menjaga akurasi dan inti konsep. Bisa juga pakai analogi atau contoh konkret supaya pembaca umum tetap menangkap esensinya.
Komentar
Posting Komentar