TUGAS MANDIRI 11

 A03_Aura Azzahra

Buat ringkasan (10 poin penting) dari Modul 10

  • Proposal penelitian bukan sekadar tugas formal — proposal merupakan peta jalan intelektual yang merencanakan seluruh proses penelitian secara sistematis dan logis.
  • Proposal adalah fondasi utama penelitian — proposal membantu peneliti mengatur gagasan, strategi, dan tahapan penelitian dari awal sampai akhir sehingga riset tidak tersesat.
  • Proposal berfungsi sebagai alat persetujuan — dokumen ini digunakan untuk meminta persetujuan dari pembimbing atau institusi dan bisa juga dipakai untuk mengajukan pendanaan.
  • Proposal mencerminkan kesiapan akademik — proposal yang baik menunjukkan pemahaman peneliti terhadap topik, teori, dan metodologi yang akan digunakan.
  • Judul penelitian harus efektif — judul harus singkat, jelas, padat, dan mencerminkan fokus penelitian agar menarik dan informatif.
  • Latar belakang menjelaskan urgensi masalah — bagian ini menguraikan alasan pentingnya penelitian termasuk konteks aktual dan gap antara teori dan praktik.
  • Rumusan masalah harus spesifik dan terfokus — bagian inti yang menggambarkan masalah penelitian dan pertanyaan yang akan dijawab.
  • Kerangka teori dan tinjauan pustaka penting — bagian ini menunjukkan landasan konseptual dan penelitian sebelumnya yang relevan untuk mendukung penelitian.
  • Metodologi jelas menentukan cara pelaksanaan — metode penelitian harus terperinci termasuk pendekatan, populasi/sampel, teknik pengumpulan data, dan analisis data.
  • Etika dan sistematika penulisan penting — proposal harus menggunakan struktur baku dan etika penulisan ilmiah agar koheren dan profesional

Pertanyaan Pemantik (Diskusi Awal / Pemicu Gagasan)

1.  Relevansi Sosial: Di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar Anda, isu sosial/lingkungan apa      yang paling mendesak dan terasa dampaknya saat ini, namun belum mendapatkan solusi atau         perhatian akademis yang memadai?
JAWAB :  Menurut saya, isu yang paling terasa saat ini di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar adalah pengelolaan sampah, terutama sampah plastik. Sampah masih sering dibuang sembarangan, tempat sampah terpilah jarang dimanfaatkan dengan benar, dan kesadaran masyarakat masih rendah. Dampaknya terlihat jelas seperti lingkungan kotor, bau tidak sedap, dan saluran air tersumbat, tetapi masalah ini belum banyak dikaji secara serius atau dijadikan fokus penelitian dan solusi nyata dari kalangan akademisi.

2. Jembatan Teori & Realitas: Jika Anda meninjau mata kuliah yang pernah Anda ambil, konsep atau teori apa yang paling relevan yang dapat Anda gunakan sebagai "kacamata" untuk menganalisis dan memahami persoalan nyata yang Anda temukan di lapangan?
JAWAB :  Menurut saya, konsep yang paling relevan adalah teori perilaku sosial dan kesadaran lingkungan. Teori ini bisa jadi “kacamata” untuk melihat kenapa orang tahu soal aturan atau dampak lingkungan, tapi tetap membuang sampah sembarangan. Dari situ bisa dipahami bahwa masalah di lapangan bukan cuma soal fasilitas, tapi juga kebiasaan, sikap, dan kurangnya edukasi yang tepat.

3. Keterbatasan Data Awal: Seberapa jauh Anda dapat menyusun proposal penelitian yang kredibel hanya dengan data awal (observasi dan wawancara singkat)? Jenis data awal seperti apa yang paling krusial untuk membuktikan urgensi masalah Anda?
JAWAB : Menurut saya, proposal penelitian masih bisa disusun dengan cukup kredibel hanya dari observasi dan wawancara singkat, asalkan datanya jelas dan relevan. Data awal yang paling penting adalah bukti kondisi nyata di lapangan, seperti hasil pengamatan langsung, pendapat warga atau mahasiswa, serta contoh dampak yang sudah terjadi. Data ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa masalah tersebut benar-benar ada dan mendesak untuk diteliti lebih lanjut.

4. Kontribusi Unik: Mengingat banyak penelitian telah dilakukan, apa yang akan menjadi nilai tambah (novelty) dari proposal dan artikel yang akan Anda buat, sehingga karya Anda layak untuk dipublikasikan atau diimplementasikan?
JAWAB : Menurut saya, nilai tambah dari penelitian yang akan saya buat adalah fokus pada kondisi nyata di lingkungan sekitar dan solusi yang bisa langsung diterapkan. Penelitian ini tidak hanya membahas teori, tapi juga menggabungkan pengalaman lapangan, suara masyarakat, dan rekomendasi sederhana yang realistis, sehingga hasilnya bisa langsung dimanfaatkan dan tidak berhenti sebagai tulisan saja.

5. Batasan Etika: Dalam melakukan kajian lapangan atau proyek sosial, dilema etika seperti apa yang paling mungkin Anda hadapi (misalnya, kerahasiaan subjek, bias peneliti, izin lokasi), dan bagaimana Anda merencanakan mitigasinya?
JAWAB : Menurut saya, dilema etika yang paling mungkin muncul adalah menjaga kerahasiaan identitas responden, bias peneliti, dan perizinan lokasi. Untuk mengatasinya, saya akan meminta izin secara resmi, menjelaskan tujuan penelitian dengan jelas, menyamarkan identitas responden, serta berusaha bersikap objektif agar hasil penelitian tidak dipengaruhi pendapat pribadi.

Pertanyaan Reflektif (Esai/Penilaian Diri Akhir Proyek)

1. Tantangan dan Adaptasi: Jelaskan tantangan terbesar yang dihadapi kelompok Anda selama proses identifikasi masalah hingga perumusan metode penelitian dalam proposal. Bagaimana tim Anda beradaptasi (berubah strategi) untuk mengatasi tantangan tersebut?

JAWAB : Tantangan terbesar kelompok kami adalah menyamakan pendapat dan menentukan fokus masalah yang paling penting, karena setiap anggota punya pandangan berbeda. Selain itu, data awal juga masih terbatas. Untuk mengatasinya, kami berdiskusi lebih terbuka, membagi tugas observasi, dan akhirnya mempersempit topik agar lebih fokus dan realistis dengan waktu serta data yang ada.

2. Peran Teori vs. Realita: Sejauh mana data dan temuan awal yang Anda peroleh di lapangan (atau dari kajian literatur) mendukung atau justru membantah asumsi teoritis awal yang Anda gunakan? Berikan contoh spesifik dari artikel akademik Anda.

JAWAB : Menurut saya, data awal yang kami temukan sebagian mendukung teori, tapi ada juga yang berbeda dengan asumsi awal. Misalnya, teori mengatakan bahwa kurangnya fasilitas jadi penyebab utama masalah sampah, tapi dari hasil observasi dan wawancara di artikel kami terlihat bahwa fasilitas sebenarnya sudah ada, namun tidak dimanfaatkan karena kebiasaan dan rendahnya kesadaran. Ini menunjukkan bahwa faktor perilaku lebih berpengaruh daripada sekadar ketersediaan sarana.

3. Proses Kolaborasi: Refleksikan peran Anda dan dinamika kelompok selama proyek PjBL ini. Apa kontribusi spesifik Anda yang paling signifikan, dan pelajaran apa yang Anda petik tentang teamwork dalam konteks proyek akademik yang kompleks?

JAWAB : Dalam proyek PjBL ini, peran saya lebih banyak pada pengumpulan data awal dan penyusunan ide tulisan. Saya membantu menghubungkan hasil observasi dengan teori yang dipakai. Dari kerja kelompok ini, saya belajar bahwa teamwork butuh komunikasi yang terbuka, saling menghargai pendapat, dan pembagian tugas yang jelas supaya proyek akademik yang cukup rumit bisa berjalan lancar.

4. Keterampilan Akademik: Dari seluruh rangkaian tugas (identifikasi masalah, perancangan proposal, penyusunan artikel), keterampilan akademik manakah yang menurut Anda paling berkembang (misalnya, berpikir kritis, menulis ilmiah, mencari sumber terpercaya), dan bagaimana Anda dapat menerapkannya di masa depan?

JAWAB : Menurut saya, keterampilan yang paling berkembang adalah berpikir kritis dan menulis ilmiah. Saya jadi lebih terbiasa menganalisis masalah, menghubungkan teori dengan kondisi nyata, dan menuangkannya secara sistematis dalam tulisan. Ke depannya, keterampilan ini bisa saya gunakan untuk menyusun tugas, skripsi, maupun penelitian lain dengan lebih rapi dan logis.

5. Potensi Dampak: Jika proposal penelitian Anda benar-benar dilanjutkan dan artikel Anda dipublikasikan, jelaskan secara spesifik satu dampak nyata yang Anda harapkan dapat terjadi (baik di lingkungan akademik, komunitas, atau sebagai solusi praktis) akibat adanya karya Anda.

JAWAB : Jika penelitian ini dilanjutkan dan artikelnya dipublikasikan, dampak nyata yang saya harapkan adalah meningkatnya kesadaran dan perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya di lingkungan kampus. Hasil penelitian bisa jadi bahan pertimbangan kampus atau komunitas untuk membuat program sederhana yang lebih tepat sasaran dan mudah diterapkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS TERSRUKTUR 4

TUGAS TERSTRUKTUR 2

TUGAS TERSTRUKTUR 1